Brief Retention.id.
Bagi UMKM, pelanggan yang kembali membeli adalah sumber pendapatan paling murah. Masalahnya, data pelanggan tersebar di chat dan catatan, dan follow-up bergantung pada ingatan pemilik usaha.
Retention.id adalah CRM yang dirancang untuk tim kecil: mencatat pelanggan dan riwayat belanja, mengelompokkannya, lalu menjalankan follow-up otomatis agar pelanggan datang lagi.
Bagaimana sistemnya bekerja.




Dalam angka dan fakta.
- database pelanggan dan riwayat belanja
- 1
- pelanggan dikelompokkan untuk pesan yang lebih relevan
- Segmen
- follow-up terjadwal tanpa diingat manual
- Otomatis
- dirancang untuk tim kecil tanpa staf IT
- UMKM
Cara kami membangunnya.
- 01
Pahami cara UMKM berjualan
Dari mana pelanggan datang, bagaimana mereka dihubungi, dan kapan biasanya membeli lagi.
- 02
Sederhanakan data
Hanya data yang benar-benar dipakai yang dicatat, agar sistem tetap mudah diisi.
- 03
Otomasi follow-up
Pengingat dan pesan lanjutan berjalan sesuai jadwal dan segmen pelanggan.
- 04
Ukur retensi
Laporan sederhana untuk melihat siapa yang kembali dan siapa yang perlu disapa.
Yang kami bangun.
- mod.01
Database pelanggan
Kontak, riwayat belanja, dan catatan pelanggan dalam satu tempat.
- mod.02
Segmentasi
Kelompok pelanggan berdasarkan perilaku belanja.
- mod.03
Otomasi follow-up
Pesan lanjutan terjadwal untuk mendorong repeat order.
- mod.04
Laporan retensi
Gambaran pelanggan aktif, pasif, dan yang kembali membeli.
Proyek berikutnya.
Ceritakan apa yang ingin Anda bangun.
Dari aplikasi baru sampai pekerjaan manual yang ingin diotomasi, ceritakan saja dalam 30 menit. Saya bantu petakan langkah pertamanya, tanpa komitmen.
